Selasa, 18 Oktober 2011

FILSAFAT KETUHANAN HINDHU?

Artikel ini berdasarkan penyimpulan dalam berbagai dialog dengan sebagian umat Hindhu.
Mereka berkata bahwa setelah mati mereka akan bersatu dengan Tuhan. Boleh dibilang konsep surga dan neraka tidak ada, karena bagi mereka kebahagiaan tertinggi adalah menyatu dengan Tuhan (Moksa).
Jika diibaratkan adalah begini :
Tuhan= angka 10
Dewa2 = angka 4
Manusia = angka 3
Makhluk halus = angka 2
Hewan = angka 1
Benda mati = angka 0
Jadi pada mulanya Tuhan yang angka 10, lalu Tuhan menciptakan Dewa-dewa, manusia, makhluk halus, hewan dan benda mati yang masing-masing memiliki jiwa Tuhan dalam tingkat yang lebih kecil. Jadi Konsep ketuhanan bisa diformulasikan sebagai berikut :
10 (Awal)=0+1+2+3+4=10(moksa)
Yang berwarna merah adalah Tuhan dan yang berwarna biru adalah semua kehidupan atau alam di dunia. Dalam sebuah analogi Tuhan adalah sebuah semangka, Dewa adalah daging semangka, Manusia adalah isi semangka, makhluk halus adalah kulit semangka, hewan adalah warna semangka dan benda mati adalah air semangka.
Filsafat diatas apakah benar?. Dari sudut pandangku Tuhan itu tak ada yang setara dengan-NYA meski  dengan yang terkecil dari Tuhan. Dimanapun dalam ajaran agama pasti ada kata bersatunya Tuhan dan manusia. Tetapi bersatu dalam segi apa?. Apakah bersatu dalam arti dzat atau bersatu dalam arti ikatan. Tentu yang paling logis adalah bersatu dalam satu ikatan. Seperti halnya topi dengan kepala, sepatu dengan kaki dll.
Jika bersatu secara dzat maka boleh dibilang pada mulanya ada Tuhan lalu Tuhan menguraikan diri-NYA dalam berbagai makhluk lalu setelah selesai makhluk itu menjadi Tuhan yang awal lagi. Ada sebuah pertanyaan apakah Tuhan mengurai seluruhnya atau mengurai sebagian?
Jika mengurai seluruhnya maka sekarang Tuhan telah menjelma menjadi bagian–bagian kecil Tuhan yang beda tingkatannya. Berarti boleh dibilang Brahman tidak ada sekarang ini.
Kalau mengurai sebagian berarti kalau dimisalkan prosentase maka Tuhan adalah 70% dan 30% mengurai dalam berbagai bentuk makhluk. Jika mengurai sebagian (30%) maka yang 30% menjadi Tuhan yang saling bersaing antara kebaikan dan kejahatan. Lalu apa fungsi yang 70%?. Apakah yang 70% memihak yang baik?. Lalu bagaimana dengan yang jahat?. Apakah Tuhan membinasakan sebagian diri-NYA yang jahat?.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar